Kamis, 18 April 2019

SISTEM SUSPENSI

SISTEM SUSPENSI



Kegunaaan sistem ini adalah memberikan kelancaran berkendara dengan memberi bantalan road shock dan getaran dan mencegah berpindah ke bodi dan frame.

GETARAN DAN KWALITAS MENGENDARAI

Dalam subyek getaran dan kwalitas mengendarai mobil, terdapat istilah:

Sprung weight      : Berat mobil yang ditumpu oleh pegas suspensiUnsprung weight  : Berat axle dan bagian – bagian lain yang terletak  diantara roda – roda dan pegas

Catatan :Semakin besar sprung weight semakin baik kwalitas mengendarai


GETARAN – GETARAN PADA AUTOMOBIL





~ Pitching       : Getaran yang mengakibatkan ujung depan dan belakang mobil
                         bergerak disekitar   titik berat dari kendaraan ( mobil )
~ Rolling         : Gerakan mengayun kesamping
~ Bounching   : Gerakan keatas dan kebawah

SPRING ( PEGAS )

PEGAS DAUN ( LEAF SPRING )


Fungsi
Untuk menghubungkan frame dengan axle dan juga sebagai bantalan penyerap guncangan yang ditimbulkan oleh permukaan jalan

Konstanta pegas
Sifat bahan berubah bentuk apabila mendapat beban, dan kembali ke bentuk semula bila beban dilepas .Peristiwa tersebut disebut elastisitas  
Besarnya defleksi sebanding dengan gaya yang bekerja.
Perbandingan antara gaya yang bekerja dengan defleksi disebutkonstanta pegas

COIL SPRING

Batang baja panjang yang digulung .
Dibandingkan dengan leaf spring, coil spring lebih panjang sehingga mempunyai tahanan yang lebih baik  terhadap kejutan, tidak terdapat gesekan bila terjadi deflexi, sehingga dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik.
Coil spring tidak memiliki sifat menyerap kejutan, yang cukup dan tidak dapat menjamin poros dengan sendirinya

Konstanta pegas
Apabila gaya yang bekerja   = W
Besarnya defleksi   = A
Tinggi bebas  = L
Maka konstanta pegas  = W/A

 HELPER SPRING

Helper spring adalah pegas tambahan yang dipasangkan diatas pegas utama pada truck da kendaraan angkutan berat.
Helper spring bekerja bersamasama dengan pegas utama, apabila kendaraan mendapat beban diatas jumlah spesifikasi

HOLLOW SPRING


Hollow spring adalah potongan karet yang berlubang ditengah dan dibaut pada bagian atas axle, kontrol arm atau pada bagian frame yang terletak diatas.
Saat lubang tertutup dan udara terperangkap pada lubang tersebut berfungsi sebagai pegas
Hollow spring umumnya digunakan sebagai pegas tambahan untuk melindungi frame dari benturan pegas

AIR SUSPENSION

Bellow yang berisi udara dipasangkan pada tempat dimana biasanya ditempatkan pegas daun atau pegas ulir, untuk menjamin berat kendaraan. Aksi penyerapan dihasilkan oleh elastisitas udara kompresi didalam bellow dan ruang udara tambahan. Kekerasan pegas dapat berubah – ubah sesuai dengan beban

JENIS – JENIS SUSPENSI

SUSPENSI MODEL RIGID DENGAN PEGAS DAUN

Pada suspensi model rigid rodaroda terpasang pada satu poros dan dipasangkan ke body melalui pegas
Keuntungan :
Konstruksi sederhana dan kuat
Perubahan tread atau chamber yang disebabkan oleh gerakan axle kecil
Kerugian :
~ Kwalitas mengendarai serta tabilitas kemudi kurang
~ Kecenderungan terjadi gerakan horizontal

 SUSPENSI MODEL RIGID DENGAN PEGAS ULIR


SUSPENSI MODEL INDEPENDENT

Pada suspensi model independent, roda kiri dan kanan tidak dipasangkan pada satu poros, melainkan pada masingmasing axle, sehingga bekerja sendirisendiri dalam menyerap goncangan. Atau disebut “ knee action

Keuntungan :
Kwalitas mengendarai lebih baik
Memiliki kemampuan singgung jalan yang lebih baik ( rod holding )
Kerugian :
Konstruksi rumit

MACAM – MACAM SUSPENSI INDEPENDENT


MODEL WISHBONE DENGAN PEGAS COIL

Konstruksinya :
Upper Arm, Lower Arm, Knuckle membentuk segi empat dengan coil spring dan shock ditengahnya


TORSION SPRING
Bila sebuah batang baja, ujung yang satu diikat dengan kuat pada batang yang diam, ujung lainnya diikat pada arm, maka apabila arm bergerak turun dan naik, maka batang baja ini akan cenderung menahan gearakan tadi.
Dengan demikian timbul efek penyerapan seperti pegas daun ( leaf spring ) atau pegas ulir ( coil spring )

 MACHPERSON SUSPENSION


Suspensi model machperson tidak memiliki upper arm, sehingga konstruksinya sederhana dan tidak diperlukan penyetelan “ FRONT WHEEL ALIGMENT “ kecuali “ TOE

 SHOCK ABSORBER ( PEREDAM KEJUT )
 Fungsi pegas adalah untuk mencegah tumbukan yang diterima oleh roda diteruskan ke body kendaraan
Tapi tanpa adanya peredam kejut jalannya kendaraan menjadi buruk.
Shock absorber berfungsi untuk menyerap kelebihan elastisitas pegas yang cenderung berayun – ayun.

Prinsip kerja Shock absorber ( peredam kejut )

Jenis aksi langsung ( direct acting type )

Pada peredam kejut mengerut, piston didalam silinder meluncur dan mendorong minyak yang ada dibawah piston, minyak akan berpindah keatas melalui orifice, dengan adanya tahanan pada orifice maka elastisitas pegas tertahan. Demikian pula sebaliknya.

CARA KERJA SHOCK ABSORBER

 JENIS DUCARBON


Shock absorber jenis ini berisi gas tekanan tinggi yang memiliki sifat peredam yang sangat stabil.
Keuntungan jenis ducarbon
Radiasi panasnya baik karena tabungnya single
Tidak terjadi kejutan hidrolis saat terjadi perubahan gerakan
Tidak terjadi suara mendesis apabila minyak mengalir  
    melaui katup ( orifice )

STABILIZER

Fungsi :
Untuk mencegah kendaraan melayang pada saat belok

 STRUT BAR ( BATANG PENOPANG )

SUSPENSI BELAKANG MODEL RIGID DENGAN PEGAS DAUN


SUSPENSI BELAKANG MODEL RIGID DENGAN PEGAS ULIR

SUSPENSI BELAKANG JENIS INDEPENDENT




Rabu, 17 April 2019

PEMERIKSAAN DAN PENGISIAN BATERAI

PEMERIKSAAN DAN PENGISIAN BATERAI



1). Pemeriksaan Permukaan Elektrolit

          Permukaan Elekrolit harus diperiksa sekali-kali, dan ditambahkan air suling bila perlu. Baterai yang dibuat dari bahan transparan pada kotaknya terdapat garis tanda permukaan elektrolit yang normal.


KOTAK BATERAI PLASTIK TRANSPARAN

            Bila air suling ditambahkan ketika cuaca dingin sekali, baterai harus dilakukan pengisian segera agar tidak terjadi pembekuan. untuk kotak baterai yang hitam, tinggi elektrolit harus dipelihara 10 - 15 mm diatas separator, agar cukup tinggi untuk menutup pelat seluruh sel.


2). Memeriksa Isi Baterai

            Untuk memeriksa isi baterai, berat jenis elektrolit harus diukur dan disamping itu dilakukan tes beban, kondisi baterai dapat ditentukan dari hasil kedua pengetesan tersebut.

1. Memeriksa Berat Jenis Elektrolit

            Berat jenis diukur dengan Hydrometer, untuk mengukur berat jenis hisaplah elektrolit ke dalam hydrometer dan bacalah indikator dengan permukaan cairan segaris dengan posisi mata kita. usahakan pelampung tidak menyentuh tabung.


            Jangan menambahkan air suling menjelang pengukuran, kecuali kurang sekali dan elektrolit yang masuk kedalam hydrometer tidak cukup. Bila ditambahkan air, isilah baterai segera sampai terbentuk gas yang cukup untuk merangsang elektrolit sebelum pengukuran dilakukan.

Berat Jenis elektrolit berubah sebesar 0,0007 setiap perubahan temperatur 1 derajat celcius( 0,0004 derajat Fahrenheit). Spesifikasi berat jenis elektrolit secara normal adalah pada temperatur 20 derajat celcius. karena itu pengukuran berat jenis pada temperatur lain harus dikonversikan menurut Rumus berikut :

Pengukuran Celcius :

S20(derajat C) = St + 0,0007 X (t-20)

Pengukuran Fahrenheit :

S68(derajat F) = St + 0,0004 X ( t - 68)

Dimana :
S20 : Berat jenis pada 20 derajat Celcius ( 68 derajat Fahrenheit )
St    : Nilai pengukuran dari berat jenis.
t      : Temperatur elektrolit saat pengukuran dilakukan

Sebagai Contoh ambil baterai yang berat jenis elektrolitnya 1,260 ketika terisi penuh dan temperatur elektrolit ialah 0 derajat celcius, Isi baterai pada saat itu dapat ditentukan sebagai berikut :

Pengukuran celcius
S20(derajat celcius) = St + 0,0007 X (t-20)
                                 = 1,260 + 0,0007 X ( 0 -20)
                                 = 1,260 + 0,014
                                 = 1,246

Pengukuran Fahrenheit
S68(derajat F)  = St + 0,0004 X (t - 68)
                         = 1,260 + 0,0004 X (32 - 68 )
                         = 1,260 - 0,014
                         = 1,246

Berat jenis standar pada 20 derajat celcius ketika baterai terisi penuh sebagai berikut :

1,250 - 1,270  ( Baterai dengan berat jenis nominal 1,260 )
1,270 - 1,290  ( Baterai dengan berat jenis nominal 1,280 )

( Perbedaan antar sel harus 0,025 atau kurang )

Tindakan Berikut harus dilakukan sesuai dengan hasil ukur berat jenis :


2) Tes Beban ( Arus Besar )
            Keluarkan arus dari baterai empat kali kapasitasnya. (112 bila kapasitasnya pada lima jam ialah 28 Ah), dan ukur tegangan terminal setelah lima detik. Tegangan terminal harus 9,6 V atau lebih. Bila tidak, baterai tidak baik dan harus diganti.

3) Pengisian Baterai
            Baterai dapat dilakukan pengisian secara cepat atau lambat. Untuk itu perhatikan peringatan sebagai berikut :

1) PERINGATAN DALAM MELAKUKAN PENGISIAN BATERAI
           Karena baterai mengeluarkan gas hydrogen yang mudah meledak, jangan biarkan api atau percikan api dekat Baterai.


  • Selama pengisian, jangan melepas kabel pengisian dari terminal baterai, matikan terlebih dahulu swit utama pengisian baterai sebelum kabel dilepas.
  • Temperatur elektrolit jangan sampai melebihi 45 derajat celcius . bila melebihi kurangilah Ampernya atau henikan pengisian.
2) PENGISIAN CEPAT
Pengisian cepat dipakai dipakai apabila diperlukan pengisian baterai dengan waktu yang singkat pada amper yang besar. Hal ini akan memperpendek umur baterai. Bila waktu yang tersedia cukup, lebih baik menggunakan pengisian lambat.
1) Bersihkan terminal dari kotoran, karat, debu. Bila perlu pakailah amplas.
2) Lepas sumbat ventilasi.
3) Cek elektrolit dan tambahkan seperlunya.
4) Bila pengisian dilakukan dalam keadaan terpasang dikendaraan, lepas kabel dari terminal posiif          dan negatifnya agar tidak merusak rectifier dan komponen lainnya.
5) Tentukan amper dan lamanya pengisian yang diijinkan.
     pada umumnya alat pengisi mempunyai alat tes untuk menentukan amper pengisian dan lamanya        pengisian, karena itu ikutilah instruksi pada pengisian cepat. Apabila tidak terdapat alat pengetes        pada alat pengisian pakailah metode berikut :

 Menentukan Amper Pengisian

Tentukan kondisi pengeluaran dari baterai dan berat jenisnya dengan menggunakan grafik dibawah ini, kemudian hitung amper pengisian dengan memakai rumus berikut ( lamanya pengisian untuk pengisian cepat biasanya antara 1/2 jam sampai 1 jam.



6) Setelah pengisian, ukur berat jenis elektrolit untuk memastikan bahwa sesuai dengan standar.
7) Pasang sumbat ventilasi dan cuci kotak baterai untuk memastikan bersih dai asam sulfat dan lain          lain.

3) PENGISIAN LAMBAT

Pengisian cepat akan mempersulit pengisian secara penuh,agar baterai terisi penuh atau untuk pengisian baterai yang benar - benar kosong, dianjurkan untuk melakukan pengisian lambat dengan amper rendah. prosedur pengisian lambat adalah sama seperti pengisian cepat, kecuali untuk hal - hal sebagai berikut :
1) Arus pengisian maksimum harus kurang dari 1/10 kapasitas baterai.

Contoh :
Kapasitas baterai 40 Ah
             40 + 10 = 4 A atau kurang
Lamanya pengisian lambat dapat dihitung dengan rumus berikut :

Lamanya pengisian (h)
                               = Kondisi kapasitas pengeluaran (Ah)/ Arus pengisian (A) X (1,2 sampai 1,5)

Contoh :
Kapasitas baterai = 40 Ah
Berat jenis           = 1,16
kondisi pengeluaran ialah kira - kira 50% dari kapasitas menurut grafik.
karena itu, baterai membutuhkan pengisian :
40 Ah X 50% = 20 Ah
karena itu lamanya pengisian lambat adalah :
20 Ah / 4 A X (1,2 s/d 1,5)  = 6 s/d 7,5 h

2) Posisikan swit pengisian baterai ke posisi lambat ( bila disediakan )
3) Setel kembali swit kontrol arus bila arus pengisian menjadi lebih rendah
4) ketika baterai hampir terisi penuh, pengeluaran gas hidrogen menjadi banyak. Bila tidak ada lagi kenaikan berat jenis atau tegangan selama lebih dari satu jam , baterai telah terisi penuh.

( Sumber : PT. Toyota Astra Motor _NEW STEP 1 Training Manual )

Selasa, 16 April 2019

BATERAI PADA KENDARAAN

BATERAI


PENJELASAN

           Baterai adalah alat elektrokimia yang dibuat untuk mensuplai listrik ke sistem yang membutuhkan Energi listrik seperti sistem starter, sistem pengapian, lampu – lampu dan komponen kelistrikan lainnya.Alat ini menyimpan energy listrik dalam bentuk energy kimia yang dikeluarkannya bila diperlukan dan mensuplainya ke masing – masing system kelistrikan yang memerlukannya.karena dalam prosesnya baterai akan kehilangan energi maka alternator mensuplainya kembali kedalam baterai ( yang disebut dengan sistem pengisian ), Baterai menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia, siklus pengisian dan pengeluaran ini terjadi berulang kali dan secara terus menerus.

KONSTRUKSI BATERAI

           Di dalam baterai mobil terdapat elektrolit asam sulfat,elektroda positif dan negative dalam bentuk plat. Plat – plat dibuat dari timah atau berasal dari timah. Karena itu baterai tipe ini sering disebut baterai timah. Ruangan didalamnya dibagi menjadi beberapa sel ( Biasanya 6 sel untuk baterai mobil ) dan didalam masing - masing sel  terdapat beberapa elemen yang terendam didalam  elektrolit.


1. ELEMEN BATERAI

            Antara pelat - pelat positif dan pelat - pelat negatif masing - masing dihubunkan oleh plate strap (pengikat plat) terpisah. ikatan pelat - pelat positif dan negatif ini dipasang secara berselang seling yang dibatasi oleh separator dan fiberglass. jadi satu kesatuan dari pelat , separator dan fiberglass disebut elemen baterai. Penyusunan pelat - pelat seperti ini bertujuan memperbesar luas singgungan antara bahan aktif dan elektrolit , agar listrik yang dihasilkan besar. Dengan kata lain kapasitas baterai menjadi kasar. 


Gaya Elektromotif (EMP) yang dihasilkan satu sell kira - kira 2,1 V, pada segala ukuran pelat . karena baterai mobil memiliki 6 sell yang dihubungkan secara seri. EMP output nominal yang dihasilkan ialah kira - kira 12 Volt.


2. ELEKTROLIT

           Elektrolit baterai adalah larutan asam sulfat dengan air sulingan. Berat jenis Elektrolit pada baterai saat ini pada keadaan terisi penuh adalah 1,260 atau 1,280 ( pada temperatur 20 derajat celcius ), Perbedaan ini disebabkan perbandingan antara air suling dengan asam sulfat  pada masing - masing tipe  berbeda. Elektrolit yang berat jenisnya 1,260 mengandung 65% air sulingan  dan 35% asam sulfat. sedangkan elektrolit yang erat jenisnya 1,280 mengandung 63% air sulingan dan 37% asam sulfat.




3. KOTAK BATERAI

         Wadah yang menampung elektrolit dan elemen baterai disebut koak baterai . Ruangan - ruangan yang ada didalamnya dibagi menjadi 6 ruangan atau sel, Pada kotak baterai terdapat garis tanda permukaan atas dan bawah ( Upper Level dan Lower Level ) . pelat pelat posisinya ditinggikan dari dasar dan diberi penyekat , tujuannya agar tidak terjadi hubungan singkat apabila ada bahan aktif ( timah dan lainnya terjatuh dari pelat ).


4. SUMBAT VENTILASI

             Sumbat ventilasi adalah tutup untuk lubang pengisian elektrolit. disamping itu untuk memisahkan gas hidrogen ( yang terbentuk saat pengisian). Disamping itu untuk memisahkan gas hidrogen ( yang terbentuk saat pengisian ) dan uap asam sulfat didalam baterai dengan cara membiarkan gas hidrogen keluar lewat lubang venilasi sedangkan uap asam sulfat mengembun pada tepian ventilasi dan menetes kembali kebawah.


REAKSI KIMIA DI DALAM BATERAI
             Pengosongan ( Discharge) dan pengisian ( Charge ) pada baterai merupakan satu siklus seperti reaksi kimia dibawah ini :

a. Reaksi kimia pada waktu Baterai mengeluarkan Arus

            
             Pada waktu baterai mengeluarkan arus listrik (discharge)  pelat positif  maupun pelat negatif bergabung/ bereaksi dengan SO4 , sehingga membentuk PbSO4 , dengan adanya reaksi tersebut diatas H2SO4 sedikit demi sedikit akan berubah menjadi H2O. Akibatnya berat jenisnya akan turun karena konsentrasinya elektrolite berkurang.

b. reaksi kimia pada waktu Baterai diisi ( Charge )


            Selama pengisian arah arus listrik kedalam baterai arahnya berlawanan , sehingga mengakibatkan kebalikan Reaksi.
H2SO4 terpisah dari PbSo4 pada tiap - tiap pelat , sehingga pelat positif akan terdapat PbO2 dan pelat negatif akan terdapat Pb. Dalam reaksi ini H2SO4 akan terbentuk kembali didalam elektrolit sehingga berat jenisnya naik lagi.


KODE PENGENALAN BATERAI

             Baterai yang dibuat dijepang diberi kode pengenal sesuai dengan standar industri jepang ( JIS). Kode tersebut menunjukan kapasitas baterai , ukuran dan posisi terminal positifnya ( disisi kanan atau kirinya )

1. Kode Lokasi


2. Informasi Kode pengenal


A) Kemampuan

            Hal ini menunjukan kapasitas baterai secara tidak langsung. Daftar dibawah ini menunjukan hubungan antara kode pengenal baterai dengan kapasitasnya. kapasitas dinyatakan dalam amper - jam.



B) Lebar dan Tinggi Baterai

           Kombinasi Lebar dan tinggi baterai ditunjukan dengan salah satu dari 8 Huruf  ( A sampai H ) sebagai Berikut :




C ) Panjang Baterai

Panjang baterai secara kasar ditunjukan dalam centimeter (cm) . Sebagai contoh , angka " 23" pada kode pengenal baterai artinya panjang baterai adalah 23 cm.


D ) Posisis Terminal Positif

       Posisi terminal positif baterai ditunjukan oleh R ( sisi kanan ) , L ( sisi kiri ) atau kosong sebagai berikut :






( Sumber : PT Toyota Astra Motor, New Step 1 TRAINING MANUAL )

Senin, 15 April 2019

Ganti Oli Shock depan Vario 125 



Fungsi dari Shockbreaker :

Shockbreaker berfungsi untuk meredam kejutan atau getaran yang dihasilkan oleh permukaan jalan yang tidak rata atau rusak, memberikan kestabilan pada saat kendaraan  berbelok , pada saat kendaraan melakukan proses pengereman, sehingga pengendara akan merasa nyaman dalam mengendarai kendaraannya.
Shock motor khususnya bagian depan ternyata memiliki oli yang harus di ganti pada waktunya , mungkin tidak semua orang tahu bahwa penggantian oli shock ini penting agar kinerja shockbreaker menjadi lebih empuk. Buat para pengguna motor jika motor sudah menempuh jarak waktu 1 tahun atau sudah menembuh kira kira sekitar 15.000 sampai 20.000 KM maka jangan lupa untuk mengganti oli shockbreaker khususnya bagian depan.Selain Membuat motor menjadi empuk , jika diganti tentunya akan lebih nyaman lagi motor tersebut saat dikendarai.
Penggantian oli shockbreaker sendiri dilakukan apabila shockbreaker sudah tidak terasa empuk atau ada kebocoran pada seal nya karena tergoresnya dinding as shockbreaker. 
Berikut ini saya bahas bagaimana cara mengganti oli shock depan untuk Honda Vario 125 esp, tapi sebetulnya untuk motor jenis yang sama tentu tidak jauh berbeda caranya. Ingatnya hanya mengganti olinya saja tanpa ganti Oil Seal, soalnya yang jadi contoh Motor saya sendiri yang sealnya masih bagus/tidak perlu diganti, Oke langsung aja ya :
Yang perlu anda persiapkan untuk mengganti oli shockbreaker misalnya seperti :
  1. Kunci – kunci yang sesuai untuk pekerjaan, diantaranya kunci L bintang ukuran T40 atau kunci T 14 jika caliper tidak memakai baut bintang, Kunci Ring pas ukuran 14, 17 dan 19, kunci T8,
  2. Alat Bantu Penekan Spring Seat untuk memudahkan membuka Penguncinya.
  1. Untuk Oli Shocknya sendiri kita pakai oli shock sesuai dengan jenis motornya.

Berikut Ini Tabel Volume Oli Shock Untuk Berbagai jenis motor Honda, tabel tersebut adalah untuk volume 1 Shock saja, bagian kiri atau kanan. Tabel tersebut bisa dilihat di kemasan oli shock yang kita beli.
GRAND
52 ML
SUPRA  X/FIT
64 ML
KARISMA
68ML
KIRANA
70ML
VARIO
75ML
GL 100/ GL 125
80ML
WIN
81ML
GL PRO/ MAX
157ML
MEGA PRO
159ML
NEW MEGA PRO
163ML
TIGER
126ML
NEW TIGER
135ML
CS 1
54.5ML
BEAT
76ML
BLADE
65.5ML
NEW REVO 110
65.5ML
Langkah – langkah  :
  • Melepas Kaliper rem menggunakan kunci L Bintang T40  jika baut kalipernya memakai baut bintang, atau dengan kunci 14 jika bukan menggunakan baut bintang.

  •         Melepas roda Depan dengan menggunakan kunci Ring pas 17 dan 19.

  •  Melepas penopang selang Rem dengan menggunakan kunci 8.
  • Melepas Spakbor Depan jika merasa menghalangi ruang gerak pada saat membuka baut Shock.
  • Melepas Sockbreaker depan bagian kiri dan kanan dengan kunci ring pas 14.
  • Melepas  Ring Pengunci dengan bantuan alat penekan untuk mempermudah pekerjaan.
  • Mengeluarkan Oli Shock Lama sampai bersih, bersihkan Per dari oli bekas.
  • Masukan oli shock baru dengan ukuran yang sesuai ( untuk Vario dengan Volume 75 ml , lihat tabel).
  • Memasang kembali Fork Spring , Spring Seat dan pasang  pengunci.
  • Pasang kembali shockbreaker, Spakboard depan, roda depan, penahan selang rem dan caliper Rem.


Sabtu, 13 April 2019

Kunci Momen (Torque Wrench)

KUNCI MOMEN



1.      Fungsi

Kunci momen ( Torque wrench ) digunakan untuk mengukur gaya puntir pada baut dan mur, agar mencapai ketegangan tertentu.Socket dapat dipasangkan pada kunci momen untuk disesuaikan  dengan berbagai macam ukuran baut dan sebagainya.


Bagian – bagian utama



1.     


Peringatan Penting
·         Gunakan Kunci biasa untuk pengerasan awal.
·         Gunakan Kunci momen ini hanya untuk pengerasan akhir.
·         Gunakan Kunci momen yang mempunyai tingkat momen yang cukup ( maximum torque )
Contoh :




·         Untuk mencegah agar kunci soket tidak meleset , tahanlah dengan tangan kiri sambil menarik handle, seperti pada gambar.



















BAHAN – BAKAR & PELUMAS

BAHAN – BAKAR & PELUMAS          Banyak jenis bahan – bakar dan pelumas yang digunakan pada kendaraan,  Beberapa dian...